Sebenarnya gua lg haus dan sepeda gua masih di RK, sementara gua di HME. Tp nggak apa deh, ngetik blog dulu sebentar.
Kenapa judulnya postmortem? Secara harfiah, postmortem itu artinya "setelah kematian", tapi dalam konteks ini maksudnya pembahasan setelah sesuatu berakhir, dalam hal ini semester ketujuh gua di ITB.
Sebelum mulai, hari ini gua ngerasa agak nyesel. Temen2 kls 2 SMA gua tadi pada reunian gitu di PIM, dan gua nggak ikut krn masih di ibukota Jawa Barat. Alasannya? Pertama, gua pingin nyelesaiin beberapa kerjaan yg ketunda dari entah kapan di Bandung. Kedua, gua pikir nggak bakal rame. Ternyata, reuninya rame. Dan kalau dipikir-pikir, sebenarnya bisa aja gua pulang hari ini dan besok ke Bandung lg, walaupun risikonya kena marah org2 rumah yg juga lagi butuh gua. Yah, krn Senin ada yg gua tunggu, hehe…
OK, kembali ke postmortem. Semester ini nilai gua ancur lagi. Argh… GIla2an, padahal gua ngerasa udah belajar lebih banyak dari yg dulu2, tapi ternyata blm cukup utk dapetin nilai bagus. Emang sih, semester ini kuliah gua nggak ada yg enak dlm arti mudah dipelajari, dipahami, dan dapat nilai A/B. Juga ada dosen Ng_____ yg populasi nilai E di kelasnya paling gede dibanding huruf2 lain, padahal udah ngasih UAS sampai 3 kali (sebenarnya gua bingung dia nilainya berdasarkan apa sih, soalnya beberapa soalnya udah dibahas dan ujiannya open book, jadi tinggal nyalin, tapi tetep aja E paling banyak). Aarrgghhhh….
Semester ini clash berkepanjangan dengan salah satu teman gua juga bisa dibilang berakhir. Yah, melegakan juga sih, sebenarnya dia cukup menyenangkan, tapi sempat ada ketidakcocokan paradigma. Tapi itu sudah berakhir.
Eh, tapi malah muncul lagi konflik baru sama org lain! Seseorang yang walaupun dikenal sering ribut sama org2 di sekitarnya tapi selama ini cukup bisa get along sama gua. Dan yg lebih ngeselin lagi, alasannya konyol bgt, cuma gara2 sengketa wewenang yang nggak penting! Kacaulah… Tapi bedanya dengan org di paragraf sebelumnya, di sini dia yg lebih menderita, agak2 dikucilin gitulah. Hahh, gocap tambah gocap…
Hm, dan semester ini gua juga mutusin buat deketin seorang dari kaum Hawa, setelah lama merasa content dengan status jomblo. Gadis ini manis, supel, ramah, aktif, wangi (banget), senyumnya juga menghangatkan… (mohon diingat ini adalah opini subjektif dari seorang yang infatuated dengan gadis yang bersangkutan, tapi semuanya bisa dipertanggungjawabkan kok, hehe) Tapi nggak perlu waktu terlalu lama untuk ngerasain bahwa ada sesuatu yg terus mengganggu perasaannya. Dan bicara soal perasaan, dia bilang dia lagi ‘mati rasa’ waktu gua tanya tentang relationship. Well, at least gua mau jadi temannya dulu deh, dan lihat lg setelah itu… (tapi sampai sekarang kalau gua SMS seringan nggak dibales, aarrgghhh…)
Terus, dari tadi gua cerita doang… Gimana solusinya? Hm, blm tahu sih, nanti sekalian gua gabung sama resolusi 2007 aja deh. Udah tanggal 13 nih, gua blm nulis resolusi apa2, padahal tahun baru itu salah satu momentum perubahan yg efektif.
Eh, tgl 13? Berarti tepat setahun setelah Great Theft, 13 Januari 2006 dulu. Buat yg blm tahu, waktu itu gua kecurian hampir semua benda berharga gua. Tapi dengan usaha dan pertolongan Tuhan sih sekarang yg pada hilang itu udah ada penggantinya, walaupun kamera masih yg 1,3 MP di HP, hehe.
Hm, untung juga gua nulis blog sekarang, ternyata lagi mood banget… Udah ah, kasihan Fuzzy. Kapan2 gua nulis tentang sepeda gua itu deh… Da svedanya!
2 Comments »
Another greeting from me to Impulses visitors…
Happy Idul Adha and Happy New Year!
Waktu kurbanan kemarin gua jadi panitia kurban dan ngeliat pertama kalinya sapi disembelih. Ternyata kaya gitu ya caranya… Sapinya diikat kaki2nya, ditarik biar jatuh, terus lehernya digorok biar darahnya keluar. 8 detik kemudian sapinya mati kehabisan darah. Gruesome… Ada fotonya sih, tapi blm dimasukin flashdisk…
Tahun baru di rumahnya Indri, nun jauh di Sariwangi. Enak juga sih kaya villa, kenalan sama dua teman baru, teman Indri di Astronomi…
2 Comments »
Hey fans! Berhubung hari ini tanggal 25 Desember, gua mau ngucapin
Selamat Berhari Natal
buat yg ngerayain, semoga hari ini menyenangkan dan kita semua semakin dekat dengan Yang Maha Kuasa…
(hm, padahal pas Lebaran gua nggak nulis apa2 di sini, hahaha)
1 Comment »
Dapat dari milis HME-NET, dipost sama teman gua Arie. Kalau melihat list ini, nggak heran gua jadi goblok sekarang… Paling sedikit 5 dari 10 terjadi sama gua! Ckckck…
1. Tidak Sarapan Pagi Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.
2. Makan Terlalu Banyak Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.
3. Merokok Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.
4. Mengkonsumsi gula terlalu banyak Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak.
5. Polusi Udara Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.
6. Kurang Tidur Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.
7. Menutup kepala saat tidur Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.
8. Menggunakan pikiran saat sakit Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.
9. Kurang menstimulasi pikiran Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.
10. Jarang berkomunikasi Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.
Apa ini bisa disembuhkan?
1 Comment »
Tadi sore, sekitar jam 15.00, salah satu beban pikiran gua terangkat: UTS Medan udah lewat! Bisa nggak urusan nanti, yang penting sekarang nggak usah mikirin itu dulu…
Tadi sore harusnya ada halal-bihalal RK sama Boulevard, cuma karena mereka rapat dll. akhirnya nggak jadi, terus jadinya nonton acara musik jazz Apres di KBL. Boleh juga sekali2 nonton jazz, hehe… apalagi seseorang yang ditunggu-tunggu muncul walaupun cuma ngobrol dikit… Perjuangan masih panjang, Eru!!
Abis itu… nonton Detective Conan Live Action, prequelnya Detective Conan gitu tapi yang main orang beneran! Ceritanya kelasnya Shinichi dan Ran wisata gitu ke sebuah pulau terus ada orang yang menyebut dirinya "KIDNAPPER" melakukan pencurian ginjal… eh, itu mah kidney-taker ya, tapi loe pasti tahu kejahatan sebenarnya apa. Sebagai adaptasi komik tentunya ada beberapa bagian yang kerasa aneh, karena manusia nggak berekspresi dan berpakaian seperti tokoh komik, tapi di sisi lain feel komiknya lumayan dapat.
Tapi apa yang membuat gua tetap bangun sampai lewat jam setengah tiga pagi? Nggak lain adalah Google Earth! Buat yang belum tahu, Google Earth itu pada dasarnya program peta dunia digital 3 dimensi yang bisa dizoom sampai keliatan mobil2 di jalan, dan juga bisa dikasih model 3D gedung biar rasanya beneran terbang di atas kotanya. Selain itu, lokasi2 di peta bisa dikasih placemark yang bisa dibagi sama seluruh pengguna GE di dunia, jadi bisa tukaran berbagai macam informasi.
Nah, inilah yang gua lakukan selama satu jam terakhir, sebelum gua mutusin buat ngeblog dan abis ini tidur. Gua jalan2 keliling dunia terus baru sadar ada beberapa tempat yang belum ada placemarknya. Maka gua bikin deh. Yang gua bikin tadi misalnya Simpang Dago, Cisitu Asylum, sama LIPI. Kalau mau liat semua placemark yang gua udah publikasiin, silakan ke forumnya Google Earth terus cari semua posting yang dibikin sama petewarrior (kalau mau tahu caranya download aja dulu Google Earth).
Ngeliat kaya gini gua tadi sempat mikir, kenapa dulu gua nggak suka pelajaran geografi? Padahal gua suka jalan2, ngeliat dunia, ngeliat budaya dan orang2 yang beda, makanya nanti kalau udah kaya mau jadi backpacker (amiin)… Kemungkinannya dua: karena gua males, atau karena kurikulum geografinya malesin. Gua pilih yang kedua. Hehe.
Yah, gitulah, mau cerita aja sih, sekalian promosi placemark bikinan gua… Good night! … Eh, good morning kali ya…
1 Comment »
Zaman sekarang sebagian orang udah mulai bosan dan muak dengan dominasi korporat. Salah satu perwujudannya kadang2 gua lihat dalam dunia perfilman, terutama film Hollywood. Udah ada yang protes dengan sesuatu yang bernama product placement.
Yang dimaksud product placement adalah penggunaan barang atau penampilan iklan dari merk yang beneran ada di dunia nyata. Jadi kaya iklan terselubung gitu. Sebenarnya emang wajar aja kalau para produsen pingin numpang masang iklan di film2, yang bakal ngeliat kan banyak, dan emang itulah fungsi iklan.
Dari segi filmnya sendiri, menurut gua sebenarnya penggunaan produk beneran juga bisa ngasih efek positif, misalnya:
- Bikin penonton lebih familiar sama dunia di dalam film. Misalnya James Bond dikasih liat pakai jam tangan Omega, naik Aston Martin, sama minum Smirnoff, untuk menekankan gaya hidup dia yang bergelimang kemewahan (kecuali waktu ditangkap tentara Korut, hehe). Back to The Future, I, Robot, sama Minority Report juga nampilin beberapa merk kaya Nike, Audi, Lexus, sama Gap. Di Toy Story, beberapa mainannya beneran dijual di toko (bukan sebagai merchandise film), kaya Mr. Potato Head (yang bilang "I’m from Playskool") sama Etch-A-Sketch.
- Efek komedi. Waktu nonton Evolution gua ngakak ngeliat monsternya berhasil dihabisi pake shampo Head & Shoulders. Huahaha! Udah gitu katanya tiga pemeran utama filmnya di akhir film sok2 bikin parodi iklan Head & Shoulders juga… Ada lagi di Batman & Robin, parodi iklan kartu Visa waktu Batman ngeluarin Batcard.
Tapi tentunya product placement nggak akan diprotes kalau nggak dirasa mengganggu. Ini contoh beberapa kasus product placement yang gua pernah liat dan rasanya mengganggu:
- The Island: Masa di sanctuary terakhir manusia perlu2nya dikasih liat barang2 bermerk Puma sama XBox? Katanya dunia luar udah nggak bisa dihuni… Pantesan rahasianya bocor
- I, Robot: "Converse, vintage 2004" Dialog itu menurut gua bener2 nggak penting. Ditambah lagi Det. Spooner (Will Smith) diceritain ngoleksi barang2 abad 20, jadi filmnya punya kesempatan nampilin CD player JVC, dll.
- Splinter Cell: Pandora Tomorrow: Ini bukan film, tapi game. Beberapa kali adegan yang melibatkan HP perlu2nya diclose-up biar ketahuan bentuknya Sony Ericsson P910i sama T630, lengkap dengan Memory Stick. Salah satu orang yang ditemui Sam sok2 komentar lg tentang P910i, "Nice PDA." Lagian emangnya HP gituan cukup kuat dan canggih ya dibawa nyusup2?
- Tusuk Jelangkung: Film ini, selain mirip video klip, juga mirip iklan Honda Stream. kalau nggak salah semua tokohnya juga doyan Lipton Ice Tea. Atau itu Jelangkung pertama ya?
Jadi, product placement itu baik atau buruk? Menurut gua sih, seperti segala sesuatu di dunia ini, tergantung. Kalau product placement bikin filmnya jadi janggal, maksa, atau semacamnya, ya jelas jelek. Tapi sisi baiknya ya itu tadi, bikin dunia dalam film jadi lebih nyata dan membantu penonton menyatukan dunia dalam film dengan dunia nyatanya sendiri.
Menurut loe?
No Comments »
Gua baru sadar, ternyata gua punya kebiasaan yang cukup buruk. Apa itu?
Kalau ngasih kado orang, suka lupa gua kasih nama sendiri, atau tanda tangan. Biasanya itu karena gua ngerasa toh kado/kartunya udah gua desain sendiri, jadi udah ada identitas gua, padahal kan nggak semua orang ngerti lambang peté gua.
Hm, bukannya gimana2 ya, cuma kan nggak enak ngasih barang ke orang lain tanpa identitas. Kesannya gua jadi kaya secret admirer gt, padahal gua udah kenal orangnya, hehe… Lagipula tulisan tangan bisa ngasih kesan yang lebih manusiawi.
Semoga nggak terulang lagi deh…
1 Comment »
Orang-orang yang sering berada di sekitar gua tentu sering ngedengar gua mengucapkan kata di atas. "SEMPRENGKENG!!!" Dan biasanya yang baru dengar akan mengajukan pertanyaan yang sangat wajar:
"Apaan sih artinya?"
Hm, apa ya? Sebenarnya sih nggak ada. Kata ’semprengkeng’ itu kata yang multifungsi. Bisa digunakan misalnya sebagai:
- Umpatan/pengungkap kekesalan yang nggak menyinggung siapa-siapa, beda dengan ‘brengsek’ atau ‘bangsat’ yang udah dianggap kata kasar.
- Kata trademark yang gua banget.
- Indikator seberapa banyak gua udah mempengaruhi orang (akhir2 ini udah ada teman gua yang mulai make kata itu)
- Pemancing tawa, karena banyak yg nganggap bunyi kata itu lucu.
- Nick main CS kalau lagi dipecundangi, biar nggak ngerusak image nick utama gua, hehe.
- Kata buat ngatain adik bungsu gua yang entah kenapa sebel kalau gua panggil itu. Diduga sih karena dekat dengan kata (King) Kong.
- dan banyak lagi…
Kalau mengenai asal katanya, ’semprengkeng’ itu plesetan dari Sempalong dan Brengkolang. Dua kata itu adalah nama file penyebar virus Brontok yang dulu sempat menghebohkan kota Bandung, termasuk ITB. Mungkin si pembuat Brontok sebel ya, tapi toh dia nggak bakal protes karena itu bakal ngebongkar identitasnya, yang sama aja dengan mengantar nyawa, hahaha!
Jadi, kalau loe kesal, iseng, suka dengan kata itu, atau apa aja, jangan lupa dengan ucapan yang sangat indah…
SEMPRENGKENG!!!
No Comments »
Setting: beranda rumah/villa Dramatis Personae: Sri (S), Cowok Keren (CK)
CK sedang duduk di tangga beranda, motor gedenya diparkir di sebelahnya. S keluar dari rumah ke beranda dan mendengar CK berbicara.
CK: Sri… aku sayang kamu… S: (ke dirinya sendiri) Dia tahu namaku? CK: Aku ingin selalu bersamamu, Sri… S: (ke CK) Mmm… maksudmu… aku? CK: (menyadari S memperhatikannya sejak tadi, tersenyum) Bukan, tapi Sri yang ini. (menunjukkan kotak rokok) Gudang Garam Sriwedari. S: (kecewa) Oh… CK: Tapi sebenarnya… aku juga suka kamu. S: (sumringah) YESS!!!
Pasangan baru itu pun mengobrol di tangga beranda. Kamera zoom out, menampilkan close-up kotak rokok Gudang Garam Sriwedari.
Huahaha… iklan jadul banget tuh… Tapi gua nggak hafal kata-kata indahnya si CK, jadi ngarang sendiri. BTW nama Sri, yang dimodifikasi jadi Shri, gua pakai untuk memanggil salah satu orang yang cukup "dekat" dengan gua. Padahal nama dia nggak ada Sri-nya…
UPDATE: Iseng2 browsing, dapatlah gambar kotak rokoknya! Kecil sih…
2 Comments »
Ini lanjutan dari salah satu post lama gua, "Arya Antaputra, Nyatakah Dia?". Disarankan untuk membaca post itu dulu biar lebih mengerti.
Selain halusinasi massal, ada beberapa teori lain yang mencoba menjelaskan keberadaan Arya. Beberapa di antaranya dibahas di sini.
- Teori Matrix (Matrix Theory)
Tidak hanya Arya yang tidak nyata, seluruh dunia yang kita kenal ini juga tidak nyata. Sebenarnya selama ini tubuh fisik kita tertidur dan otak kita terhubung ke sebuah superkomputer melalui kabel yang terpasang ke belakang leher kita, dan dunia yang kita kenal selama ini cuma seperti mimpi. Wachowski bersaudara benar!
- Teori Masa Kecil (Infancy Theory)
Mahasiswa/i ITB terdiri atas sekitar 0,5% putra-putri terbaik Indonesia. Mungkinkah sebenarnya ketika masih kecil (bayi) mereka diberi terapi khusus untuk mencapai tingkat kecerdasan yang akhirnya mengantarkan mereka masuk ITB, dan "Arya" merupakan side effect dari terapi itu? Untuk mengkonfirmasi teori ini, bisa dilihat catatan masa kecil mahasiswa/i ITB.
- Teori Nyata (Real Theory)
Teori ini merupakan teori yang diterima oleh mayoritas warga ITB, terutama rektorat. Isinya sederhana saja: Arya Antaputra memang ada, dan orang-orang yang meragukan keberadaannya terlalu banyak membaca teori konspirasi dan/atau terlalu banyak memeras otak.
- Teori Topeng (Mask Theory)
Ada sekelompok orang, kemungkinan warga ITB, yang menghidupkan tokoh "Arya Antaputra" dengan secara bergantian mengenakan topeng, menggunakan pengubah suara, dan meniru perilaku Arya. Besar kemungkinan mereka ini sedang dalam terapi pelepasan stres dan menggunakan topeng Arya untuk melindungi diri dari rasa malu selama menjalani terapi.
- Teori Hantu (Spirit Theory)
Arya Antaputra sebenarnya adalah makhluk halus. Para pendukung teori ini menunjukkan bukti berupa gerak-gerik Arya yang kadang membahayakan dirinya sendiri dan kecenderungannya untuk bicara dan tertawa sendiri, juga kecenderungannya muncul dan menghilang tiba-tiba.
Anda punya teori lain lagi? Silakan tambahkan di Comments…
2 Comments »
|